Pertama-tama kita harus menelaah lebih lanjut mengenai istilah “negara maju” dan “negara berkembang” ini. Kedua istilah tersebut merupakan penggolongan negara-negara di dunia berdasarkan kesejahteraan atau kualitas hidup rakyatnya. Negara maju adalah negara yang rakyatnya memiliki kesejahteraan atau kualitas hidup yang tinggi. Sedangkan negara berkembang adalah negara yang rakyatnya memiliki tingkat kesejahteraan atau kualitas hidup taraf sedang atau dalam perkembangan. Istilah ini kemudian dalam Teori Struktural dijelaskan sebagai sistem sosial status-peran yang dikemukakan oleh Talcott Parsons. Yaitu terdapat pembagian status yaitu negara maju dan negara berkembang yang menjalankan perannya masing-masing.

Dalam pelaksanaannya negara berkembang memiliki peran  menyediakan hasil pertanian bagi industri negara maju. Perlu diketahui bahwa peran  tersebut dapat direalisasikan apabila mendapat bantuan keuangan dari negara maju, sehingga negara berkembang semakin bergantung terhadap negara maju. Misalnya Indonesia yang tergantung pada sektor primer atau pertanian dengan modal dari negara maju melalui IMF atau lainnya, cenderung memasok hasil-hasil pertaniannya kepada negara-negara industri atau negara maju itu sendiri. Ironisnya, negara maju yang mendapat pasokan hasil pertanian justru menjual kembali dengan harga tinggi kepada negara berkembang setelah hasil pertanian tersebut diolah. Hal ini mengakibatkan angka konsumsi dari negara berkembang semakin tinggi sementara angka pemasukan dari negara berkembang lebih rendah. Kondisi ini membuat negara berkembang semakin terbelakang dalam hal perekonomian sehingga mereka akan cenderung meminjam uang dari negara maju untuk menyeimbangkan neraca anggaran mereka.

Bantuan luar negeri merupakan instrumen kebijakan yang paling sering digunakan oleh negara-negara maju untuk menjalin hubungan yang kuat dengan negara berkembang. Teori ketergantungan (dependensi) menyatakan bahwa bantuan luar negeri digunakan oleh negara maju untuk mempengaruhi hubungan domestik maupun luar negeri negara penerima bantuan dalam hal ini adalah negara berkembang. Awalnya mereka merangkul elit-elit politik di negara-negara berkembang untuk tujuan komersil dan keamanan nasional, kemudian melalui jaringan internasional, bantuan luar negeri ditujukan untuk mengeksploitasi  secara besar-besaran sumber daya alam negara berkembang. Tidak hanya itu, sumber daya manusia di negara berkembang ingin dijadikan buruh murah serta dijadikan konsumen (pasar) bagi produk-produk negara maju.

Melihat hal ini para penganut teori ketergantungan menganggap bahwa bantuan luar negeri dapat digunakan sebagai salah satu instrumen untuk perlindungan dan ekspansi negara maju ke negara berkembang, inilah yang menjadi faktor penentu hubungan negara maju dan negara berkembang, ketergantungan yang dialami negara maju terhadap negara berkembang. Secara kasat  mata bantuan luar negeri ini terlihat saling menguntungkan kedua belah pihak. Negara berkembang akan memperoleh pinjaman dana, perlengkapan, pengetahuan yang diharapkan mampu mengikuti dinamika ekonomi modern. Jika melihat kepentingan politik negara maju sudah jelas bahwa bantuan luar negeri umumnya tidak ditujukan untuk kepentingan politik jangka pendek melainkan untuk prinsip-prinsip kemanusiaan atau pembangunan ekonomi jangka panjang. Dalam jangka panjang bantuan luar negeri dimaksudkan untuk membantu menjamin beberapa tujuan politik negara maju yang tidak dapat dicapai hanya melalui diplomasi, propaganda atau kebijakan publik. Artinya negara maju dapat mengontrol kebijakan ekonomi dan politik negara berkembang melalui bantuan luar negeri ini.

Pada saat sekarang ini, negara-negara berkembang dihadapkan pada kenyataan bahwa kelangsungan hidup di negara berkembang akan selalu di dominasi oleh negara maju baik dalam bidang ekonomi maupun bidang politik. Negara-negara berkembang pada umumnya terkesan akan selalu siap menerima bantuan yang diberikan oleh negara-negara maju tanpa memikirkan lebih jauh mengenai efek yang akan timbul dalam jangka panjang. Sebaliknya negara maju terus menerus mengeksploitasi negara-negara berkembang., baik sumber daya alam maupun sumber daya manusianya. Hal ini didukung dengan semakin gencarnya negara-negara maju melakukan ekspansi-ekspansi wilayah ke negara-negara berkembang dengan jalan memberikan bantuan luar negeri atau hibah. Sehingga, hubungan yang terjalin antara negara maju dan negara berkembang hanya menguntungkan bagi negara maju saja.

Perlu diketahui bahwa bentuk kerjasama yang dijalin oleh negara-negara ini merupakan hasil dari perjanjian dimana isi perjanjian tersebut hampir semuanya merupakan cara untuk mencapai tujuan dari kepentingan-kepentingan negara maju. Jika negara berkembang sudah mengikuti perjanjian internasional, tetapi tidak mematuhi peraturan maka negara maju tidak akan segan-segan “menghukum” negara berkembang.

Dengan terjalinnya hubungan ini, negara berkembang semakin didekatkan dengan kenyataan bahwa ketergantungan dengan negara maju sudah semakin besar. Seolah-seolah jika bantuan dari negara maju tidak lagi tersalurkan maka hal ini akan membuat Negara-negara berkembang akan jatuh terpuruk dalam arus persaingan global yang semakin hari semakin membuat kesengsaraan terhadap negara-negara berkembang. Kenyataan bahwa hampir di semua aspek kehidupan negara-negara berkembang selalu bergantung pada negara maju. Negara berkembang dalam memenuhi kebutuhan hidupnya tidak bisa lepas dari peran negara-negara maju, hal ini sulit dibantah karena sampai saat ini negara berkembang belum mampu untuk melakukannya sendiri. Penyebabnya adalah negara berkembang belum bisa memaksimalkan potensi yang dimiliki oleh negaranya.

Peran negara maju terutama dirasakan oleh negara berkembang yaitu dalam bidang ekonomi. Dalam bidang politik peran negara maju tidak bisa dipungkiri, ini terlihat dari dominannya campur tangan negara maju terutama Amerika Serikat kedalam politik negara-negara berkembang walaupun tidak secara terang-terangan. Negara-negara berkembang biasanya mengadopsi sistem demokrasi yang secara gencar dipromosikan oleh negara maju. Negara berkembang biasanya mau tidak mau akan menerapkan system demokrasi di negaranya. Karena kebijakan negara maju biasanya tidak mau memberikan bantuan kepada negara yang kurang menghormati.

Peran negara maju dalam bidang politik juga dapat dilihat dari hubungan-hubungan yang terjalin antara negara berkembang dan negara maju dalam konvensi-konvensi internasional. Dalam hubungan-hubungan tersebu terlihat bahwa negara berkembang tidak dapat lepas dari peran negara maju dan selalu berada dibawah cengkraman mereka.

About these ads