NAMRU..? Apa itu..? Ini menjadi salah satu pertanyaan besar bagi saya, melihat kurang jelasnya media mengungkap seberapa penting dan seberapa bahayanya lembaga ini. NAMRU atau sekarang ini disebut NAMRU 2 (Naval Medical Research Unit 2) adalah lembaga unit penelitian medis Angkatan Laut AS yang dibuka di Indonesia pada tanggal 16 Januari 1970. Hah..? Mengapa harus sampai melibatkan angkatan laut untuk lembaga penilitian medis??? Apalagi ini angkatan laut asing, angkatan laut negara adi kuasa, siapa lagi kalau bukan AS. Inilah yang menjadi awal timbulnya kecurigaan mengenai adanya konspirasi di belakang pembentukan lembaga ini.

Sejarahnya lembaga ini didirikan di Indonesia berdasarkan MoU/kontrak kerjasama yang ditandatangani oleh Menkes RI saat itu, GA Siwabessy dengan Dubes AS saat itu, Francis Galbraith. MoU itulah yang dijadikan landasan hukum bagi Namru-2 tetap berada di Indonesia sekalipun tidak ada lagi wabah penyakit menular dan Indonesia tidak lagi membutuhkan bantuannya. Lho..? Bukannya NAMRU ini bertujuan untuk membantu Indonesia saat menghadapi wabah penyakit..? Jadi, kalau sudah tidak ada wabah penyakit lagi buat apalagi dipertahankan keberadaannya. Apalagi akhir-akhir ini banyak kejanggalan-kejanggalan yang didapatkan mengenai kinerja lembaga asing yang berada di bawah naungan DINKES ini.

Kejanggalan-kejanggalan ini dengan sukses di ungkap dengan gamblang di media oleh Menkes Siti Fadilah Supari dalam bukunya “Saatnya Dunia Berubah, Tangan Tuhan di Balik virus Flu Burung”, yang mengungkap dengan jelas kebusukan lembaga ini. Hal ini di awali oleh kekecewaannya mengenai mekanisme penanganan strain virus flu burung oleh WHO yang menurutnya tidak adil dan hanya menguntungkan negara-negara kaya dan WHO. Dan ironisnya pembuat vaksin adalah perusahaan yang ada di negara-negara industri, negara maju, negara kaya yang tidak mempunyai kasus flu burung pada manusia. Dan kemudian vaksin itu dijual ke seluruh dunia juga akan dijual ke negara kita. Tetapi tanpa sepengetahuan apalagi kompensasi untuk si pengirim virus, yaitu saudara kita yang ada di Vietnam. Ini menjadi salah satu awal kecurigaan Menkes era pemerintahan SBY itu. Awal kecurigaannya ini membawanya pada permasalahan yang terjadi pada NAMRU 2 sebagai lembaga yang melakukan riset terhadap strain virus tersebut.

Yang lebih tidak masuk akal lagi pada tahun 2000 kontrak kerjasama dengan Namru-2 telah habis, dan kini hendak diperbarui. Namun Nota Kesepahaman mengalami kemacetan pada tahun 2005 karena pihak Namru-2 meminta kekebalan diplomatik untuk 70 orang stafnya. Wow…!!! Menanggapi hal itu, Menteri Kesehatan Siti Fadilah Supari mengatakan, Laboratorium Namru di negara lain tidak ada yang memiliki kekebalan diplomatik. “Lha ini kok aneh, Indonesia saking baiknya sampai mereka berani minta kekebalan diplomatik untuk 70 orang Nanti bagaimana mengontrolnya?” Ujar Menkes Sitti Fadilah Supari pada salah satu sumber. Ini juga menjadi pertanyaan bagi saya, mengapa harus memberikan hak spesial pada pihak asing tersebut? Itu sama saja membiarkan mereka mengobrak-abrik kedaulatan negara kita dengan mudah. Belum lagi dugaan-dugaan negatif yang sekarang ini mulai terbongkar di publik, membuat saya merasa was-was tentang apa yang selanjutnya akan di lakukan lembaga itu bagi negara kita.

Tidak hanya itu. Sekarang ini berkembang paradigma bahwa NAMRU 2 tidak lebih dari sekedar tim intelijen asing yang berusaha memanfaatkan negara-negara berkembang, khususnya disini adalah Indonesia. Hal ini dibuktikan pada fakta-fakta yang tadi sudah saya jelaskan, yaitu mengenai penanganan strain virus dan penguasaan pasar vaksin. Tidak hanya itu, salah satu fakta menunjukkan bahwa NAMRU 2 juga merupakan dalang menyebarnya virus yang lebih jahat yang di gunakan sebagai senjata biologis. Hal ini dibuktikan dengan adanya tempat pengembangan serta riset lebih lanjut mengenai strain virus yang dikumpulkan, yang bertempat di salah satu tempat di Meksiko yang notabene adalah tempat pengembangan senjata biologis.

Hal-hal demikianlah yang menimbulkan anggapan yang kuat mengenai banyaknya konspirasi asing dalam tubuh pemerintahan Indonesia sampai saat ini. Hal ini juga membuktikan bahwa kita masih dijajah oleh pihak asing yang lebih kuat dalam berbagai aspek di Indonesia. Salah satunya pada masalah yang di timbulkan lembaga NAMRU 2 ini. Oleh karena itu sangat penting bagi pemerintah saat ini untuk membatasi campur tangan asing dalam masalah internal negara kita yang cukup sensitif. Salah satu caranya yaitu membubarkan lembaga NAMRU ini untuk beroperasi di wilayah Indonesia, karena sudah dengan jelas lembaga ini sangat tidak menguntungkan bangsa Indonesia bahkan sangat berbahay bagi kelangsungan kehidupan masyarakat di negara Indonesia kita yang tercinta ini. ~FIN~